Racing is my blood, Islam is my way to life

Ginjal

Ginjal terletak tepat di bawah tulang iga terbawah. Ginjal berbentuk seperti kacang koro dan berjumlah sepasang. Unit terkecil ginjal adalah nephron, normalnya berjumlah lebih dari sejuta dalam ginjal manusia. Nephron berperan penting dalam tubuh. Jika terjadi kerusakan pada nephron, maka ginjal-pun tidak dapat berfungsi dengan baik. Nephron berfungsi untuk mengatur air dan zat-zat yang dapat larut (terutama elektrolit), dengan cara menyaring darah, membuang racun, dan mengirimkan berbagai zat yang diperlukan tubuh melalui darah.

Gangguan ginjal ada yang bersifat sementara (dapat pulih) dan kronis. Dikatakan kronis, karena ginjal tidak lagi berfungsi sebagaimana yang seharusnya. Umumnya dikenal dengan gagal ginjal. Ginjal dapat rusak karena banyak cara. Banyak orang  mengalami kerusakan ginjal (sudah kehilangan sebagian besar fungsinya), tanpa mengalami gejala. Semua berjalan normal. Mereka baru akan merasakan gejalanya jika berada dalam tingkat akhir, yang sudah terlambat untuk menyembuhkannya. Faktor resiko gangguan ginjal :

  • Menderita tekanan darah tinggi
  • Menderita penyakit kencing manis
  • Menderita penyakit jantung dan pembuluh darah
  • Secara keturunan potensial menderita tiga penyakit atau gangguan di atas
  • Salah satu anggota keluarga terkena penyakit ginjal
  • Berusia lebih dari 60 tahun
  • obesitas dan kelebihan lingkar pinggang (laki-laki = 90 cm, wanita = 80 cm)
  • Resiko akan bertambah jika Anda memiliki batu ginjal, infeksi saluran kemih (lebih sering diderita oleh wanita) yang berlangsung lama, dan sering menggunakan obat anti radang dan anti nyeri, sakit lupus, otoimun, berat badan lahir rendah
  • Jumlah air yang diminum per harinya tidak mencukupi kebutuhan yang diperlukan tubuh
  • Diet yang tidak seimbang (mengkonsumsi protein dalam kadar tinggi secara terus menerus)
  • Diet tinggi purin (kadar asam urat yang tinggi akan mengganggu ginjal)

Beberapa fungsi ginjal :

  • Mengatur konsentrasi dan membuang kelebihan air di dalam dan yang keluar dari tubuh.
  • Membuat hormon yang berfungsi mengatur pembentukan sel darah merah, tekanan darah, dan penyerapan kapur / kalsium dan lalu mengaturnya.
  • Mengatur jumlah garam, bahan kimia yang beredar di seluruh tubuh.
  • Mengatur keseimbangan cairan tubuh, elektrolit, asam basa.
  • Membuang bahan sisa metabolisme yang akan meracuni tubuh.

Berapa tanda yang dapat mengarah pada penyakit ginjal, antara lain :

  • Perubahan pada jumlah dan frekuensi air kencing.
  • Penderita biasanya sering sekali buang air kecil di malam hari (umumnya)
  • Susah buang air kecil
  • Urin berbuih
  • Urin berwarna pekat
  • Urin disertai dengan darah (jika sudah parah)
  • Lemas, susah tidur, kehilangan nafsu makan, sakit kepala, susah berkonsentrasi, gatal-gatal, sesak, mual, dan muntah
  • Wajah, tangan, kaki, dan pergelangannya bengkak
  • Kelopak mata bengkak pada saat bangun di pagi hari
  • Sering merasa sangat haus

Cara mencegahnya :

  • Hindari penyakit diabetes (kencing manis), dan hipertensi (darah tinggi)
    Seringkali orang berfikir  bahwa obat merusak ginjal. Anggapan tersebut memepengaruhi perilaku mereka yang kemudian tidak minum obat yang diberikan dengan takaran yang tepat.Padahal obat tersebut diberikan untuk mengatasi diabetes dan hipertensi, yang jika semuanya berjalan normal akan membantu menjaga ginjal dengan baik. Tekanan darah tidak boleh lebih dari 130. Dikenal ada 2 jenis hipertensi, hipertensi esensial (disebabkan keturunan), hipertensi sekunder (salah satunya disebabkan karena penyakit ginjal). Hipertensi esensial dapat dikendalikan dengan menurunkan berat badan, mengurangi garam, tidak merokok, dan minum obat sesuai anjuran dokter.
  • Lakukan general check up tiap tahunnya
    Lakukan pengukuran darah, pemeriksaan fungsi ginjal, gula darah, kadar kolesterol, kadar darah dan proten dala urin, kadar urea dan kreatinin dalam darah. Hidauplah dengan pola makan yang sehat dan seimbang.
  • Minum air sesuai dengan yang diperlukan oleh tubuh
    Disarankan untuk minum delapan gelas cairan (air, jus, kuah sayur, dan lainnya). Dengan mengkonsumsi air yang cukup setiap harinya maka akan membantu ginjal dalam fungsinya membuang racun, melalui urin. Namun jika memiliki gangguan ginjal, maka disarankan untuk membatasi sesuai dengan kemampuan ginjal. Cairan yang keluar harus sesuai dengan jumlah cairan yang masuk ke dalam tubuh. Minum tujuh liter per hari sangat berlebihan untuk tubuh, akan membahayakan ginjal jika cairan yang masuk tidak seimbang dengan cairan yang keluar. Untuk melihat apakah air yang diminum sudah cukup atau belum, dapat dilihat dari warna urin. Jika urin berwarna kuning tua dan pekat artinya cairan yang Anda minum masih kurang.
  • Lakukan tes yang penting untuk melihat kondisi ginjal
    Lakukan pemeriksaan pada urin, periksakan darah, pemeriksaan radiologist dan biopsi ginjal.
Penyakit pada ginjal

Peradangan pada ginjal atau nefritis adalah salah satu penyakit ginjal yang sering terjadi. Gejala utamanya adalah adanya elemen seperti albumin di dalam air seni, sehingga kondisi ini disebut juga dengan albuminuria. Sel darah merah dan sel darah putih serta serpihan granular juga tampak dalam pemeriksaan mikroskopik pada air seni.

Gejala tersebut umumnya terjadi pada masa kanak-kanak dan dewasa dibandingkan pada usia lanjut. Bentuk nefritis yang paling umum dijumpai adalah glomerulonefritis, yang sering terjadi pada periode ke 3-6 minggu setelah infeksi oleh streptokokus. Penderita biasanya mengeluh merasa dingin, demam, sakit kepala, sakit punggung, dan udema (bengkak) pada bagian muka atau sekitar kelopak mata, mual muntah, sulit buang air kecil, dan air seni menjadi keruh.

Pada beberapa orang, gejala tersebut bisa berkembang menjadi kronis. Pada keadaan ini, proses kerusakan ginjal terjadi menahun dan selama itu gejalanya tidak tampak. Namun, pada akhirnya orang-orang tersebut dapat menderita uremia (adanya darah dalam air seni) dan juga gagal ginjal.

Nefrosis adalah suatu jenis nefritis yang ditandai dengan penurunan kondisi pembuluh-pembuluh pada ginjal. Nefrosis murni sangat jarang dijumpai, yang lebih sering ditemui adalah yang berhubungan dengan glomerulonefritis atau penyakit-penyakit lain yang menyerang ginjal. Namun, istilah nefrosis masih digunakan untuk gejala yang ditunjukkan oleh timbulnya udema, jumlah albumin yang berlebihan pada air seni, kolesterol yang berlebihan pada darah, dan pengeluaran air seni yang relatif normal.

Nefrosklerosis atau pengerasan pembuluh arteri yang menuju ke ginjal, merupakan suatu kelainan yang ditunjukkan dengan adanya albumin dalam air seni. Zat-zat tertentu terkadang dijumpai, seperti sel darah merah atau sel darah putih (hematuria), dan terkadang disertai dengan hipertensi. Intinya adalah terjadi pengerasan di pembuluh arteri kecil pada ginjal, yang disertai dengan pengerutan glomeruli dan perubahan patologis pada jaringan yang luka.

Batu (kalkulus) ginjal dapat terbentuk dari timbunan kristal pada air seni dalam ginjal. Batu itu umumnya tersusun atas kalsium oksalat. Terjadinya infeksi atau buang air kecil yang kurang teratur dapat mempengaruhi pembentukan batu ginjal. Munculnya batu ginjal dapat terjadi ketika kadar kalsium dalam darah meningkat secara tidak normal atau jika kelenjar paratiroid memproduksi air seni secara berlebih. Umumnya batu tersebut terbentuk ketika kadar asam urat dalam darah terlalu tinggi, terlalu banyak mengonsumsi kalsium dan oksalat, dan kurang minum air putih.

Batu ginjal dapat menyebabkan peradangan atau infeksi, perdarahan, sakit pada saat buang air kecil, atau kencing yang tidak lancar. Batu yang kecil cenderung mengalir menuju kandung kemih melalui ureter, biasanya disertai dengan rasa sakit. Ketika batu telah berada di dalam kandung kemih, biasanya hanyut bersama air seni dan rasa sakit hilang begitu saja. Jika batunya terlalu besar, maka diperlukan perawatan lanjutan baik berupa operasi ataupun litotripsi, yaitu suatu prosedur yang menggunakan gelombang listrik untuk memecahkan batu tersebut.

Uraemia adalah keracunan yang disebabkan oleh akumulasi zat-zat buangan tubuh yang tidak dapat diuraikan oleh ginjal. Biasanya terjadi pada tahap akhir dari penyakit ginjal kronis dan ditunjukkan oleh kelelahan, sakit kepala, rasa mual, sulit tidur, kejang-kejang, pingsan mendadak, dan koma.

Pielonefritis adalah infeksi ginjal karena bakteri. Pielonefritis akut seringkali disertai dengan demam, rasa dingin, sering buang air kecil, dan sensasi seperti terbakar saat buang air kecil. Pielonefritis kronis terjadi secara bertahap, biasanya tanpa gejala dan penyakit ini dapat mengarah pada kerusakan ginjal dan uraemia. Umumnya lebih sering dijumpai pada wanita dibandingkan pada pria, dan sering juga terjadi pada penderita diabetes

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.