Racing is my blood, Islam is my way to life

Sedikit tentang Jin…

Oleh Muhammad Hanafi Maksum, Jakarta
“Dan kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.” (QS Al-Hijr 15:27).

Apakah Jin Itu?

Dalam Islam, makhluk ciptaan Allah dapat dibedakan antara yang bernyawa dan tak bernyawa. Di antara yang bernyawa adalah jin. Kata jin menurut bahasa (Arab) berasal dari kata ijtinan, yang berarti istitar (tersembunyi).

Jadi :

  • jin menurut bahasa berarti sesuatu yang tersembunyi dan halus, sedangkan
  • syetan ialah setiap yang durhaka dari golongan jin, manusia atau hewan.

Dinamakan jin, karena ia tersembunyi wujudnya dari pandangan mata manusia. Itulah sebabnya jin dalam wujud aslinya tidak dapat dilihat mata manusia. Kalau ada manusia yang dapat melihat jin, maka jin yang dilihatnya itu adalah jin yang sedang menjelma dalam wujud makhluk yang dapat dilihat mata manusia biasa.

“Sesungguhnya ua (jin) dan pengikut-pengikutnya melihat kalian (hai manusia) dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka.” (QS Al-A’raf 7:27).

Tentang asal kejadian jin, Allah menjelaskan, kalau manusia pertama diciptakan dari tanah, maka jin diciptakan dari api yang sangat panas sesuai dengan ayat tersebut di atas.

Dalam ayat lain Allah mempertegas: “Dan Kami telah menciptakan jin dari nyala api.” (QS Ar-Rahman 55:15). Ibnu Abbas, Ikrimah, Mujahid dan Adhdhahak berkata, bahwa yang dimaksud dengan firman Allah: Dari nyala api, ialah dari api murni.

Dalam riwayat lain dari Ibnu Abbas: Dari bara api. (Ditemukan dalam Tafsir Ibnu Katsir). Dalilnya dari hadits riwayat Aisyah, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari nyala api, dan Adam diciptakan dari apa yang disifatkan(diceritakan) kepada kalian.” [yaitu dari air spermatozoa] (HR Muslim di dalam kitab Az-Zuhd dan Ahmad di dalam Al-Musnad).

Bagaimana wujud api itu, Al-Qur’an tak menjelaskan secara rinci, dan Allah pun tidak mewajibkan kepada kita untuk menelitinya secara detail.

Dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Syetan memperlihatkan wujud (diri)nya ketika aku shalat, namun atas pertolongan Allah, aku dapat mencekiknya hingga kurasakan dingin air liurnya di tanganku. Kalau bukan karena doa saudaraku Nabi Sulaiman, pasti kubunuh dia.” (HR Bukhari).

Mengubah Bentuk

Setiap makhluk diberi Allah kekhususan atau keistimewaan tersendiri, di mana salah satu kekhususan jin ialah dapat mengubah bentuk. Misalnya jin kafir (syetan) pernah menampakkan diri dalam wujud orang tua kepada kaum Quraisy sebanyak dua kali. Pertama, ketika suku Quraisy berkonspirasi untuk membunuh Nabi Muhammad SAW di Makkah.
Kedua, dalam perang Badr pada tahun kedua Hijriah. (QS Al-Anfaal 8:48).

Apakah Jin Juga Meninggal?

Jin beranak-pinak dan berkembang-biak (lihat surat Al-Kahfi, 18:50). Tentang apakah jin bisa meninggal atau tidak, ada pendapat bahwa jin hanya berkembang biak, tetapi tidak pernah meninggal. Benar atau tidak, wa Allahu a’lam. Namun menurut hadits yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim, di mana Nabi Muhammad SAW berdo’a: “Ya Allah, Engkau tidak mati, sedang jin dan manusia mati…” (HR Bukhari 7383 – Muslim 717).

Tempat-tempat Jin

Walaupun banyak perbedaan antara manusia dengan jin, namun persamannya juga ada. Di antaranya sama-sama mendiami bumi. Bahkan jin telah mendiami bumi sebelum adanya manusia dan kemudian tinggal bersama manusia itu di rumah manusia, tidur di ranjang dan amkan bersama manusia.

Tempat yang paling disenangi jin adalah WC. Oleh sebab itu hendaknya kita berdoa waktu masuk WC yang artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari (gangguan) setan (jin) laki-laki dan setan (jin) perempuan.” (HR At-Turmudzi).

Syetan suka berdiam di kubur dan di tempat sampah. Apa sebabnya, Al-Qur’an tidak menjelaskan secara rinci. Kuburan dijadikan sebagai tempat bermeditasi oleh tukang sihir (Paranormal).

Nabi Muhammad SAW melarang kita tidur menyerupai syetan. Syetan tidur di atas perutnya (tengkurap) dan bertelanjang. Manusia yang tidur dalam keadaan bertelanjang menarik perhatian syetan untuk mempermainkan auratnya dan menyebabkan timbulnya penyakit. Na’uzu billah min zaalik!

Qarin

Yang dimaksud dengan qarin dalam surat Qaaf 50:27 ialah yang menyertai. Setiap manusia disertai syetan yang selalu memperdayakannya. Allah berfirman, artinya: “Yang menyertai dia (qarin) berkata pula: ‘Ya Tuhan kami, aku tidak menyesatkan tetapi dialah (manusia) yang berada dalam kesesatan yang jauh’…” (QS Qaaf 50:27).

Manusia dan syetan qarinnya itu akan bersama-sama pada hari berhisab nanti. Dalam sebuah hadits (HR Ahmad) Aisyah ra mengatakan: Rasulullah SAW keluar dari rumah pada malam hari, aku cemburu karenanya. Tak lama ia kembali dan menyaksikan tingkahku, lalu ia berkata: “Apakah kamu telah didatangi syetanmu?”

“Apakah syetan bersamaku?” Jawabku.

“Ya, bahkan setiap manusia.” Kata Nabi Muhammad SAW.

“Termasuk engkau juga?” Tanyaku lagi.

“Betul, tetapi Allah menolongku hingga aku selamat dari godaannya.” Jawab Nabi (HR Ahmad).

Berdasarkan hadits ini, Nabi Muhammad juga ternyata didampingi syetan. Hanya syetan itu tidak berkutik terhadapnya. Lalu bagaimana mendeteksi keberadaan jin (misalnya di rumah kita), apa tanda-tanda seseorang kemasukan jin? Tidak ada cara atau alat yang bisa mendeteksi keberadaan jin. Sebab jin dalam wujud aslinya merupakan makhluk ghaib yang tidak mungkin dilihat manusia (QS Al-A’raf 7:27).

Tidak ada manusia yang bisa melihat jin, dan jika ada manusia yang mengklaim mampu melihat jin, maka orang tersebut sedang bermasalah. Bisa jadi dia mempunyai jin warisan atau pun jin hasil dia belajar. Kemampuan ini sebetulnya dalam Islam dilarang untuk dimiliki, dan termasuk dalam kategori bekerja sama dengan jin yang menyesatkan (QS Al-Jin 72:6).

Sesungguhnya, tidak ada cara yang bisa digunakan untuk mendeteksi keberadaan jin. Jangan meminta bantuan orang yang mempunyai ilmu terawang. Sebab kalau kita meminta bantuannya, kita berarti telah meminta bantuan dukun musyrik yang dalam Islam merupakan dosa besar, bahkan bisa mengeluarkan seseorang dari Islam.

Keberadaan Jin

Yang bisa diketahui dalam hal ini adalah tanda-tanda keberadaan jin. Umpamanya, jin yang menampakkan diri pada seseorang di rumah atau ditempat-tempat tertentu. Atau anggota rumah/kantor yang sering kehilangan uang sementara menurut perkiraan sangat tidak mungkin ada orang yang mencuri. Atau orang sering kesurupan kalau memasuki tempat tersebut. Itu adalah bagian dari indikasi gangguan jin di tempat tersebut.

Jika sudah ada gangguan, maka Ruqyah Syar’iyyah adalah solusi islaminya. Ada pun jika tidak ada gangguan di rumah atau di tempat kita, maka pendeteksian keberadaan jin-jin jahat tak perlu dilakukan.

Demikian juga masalah deteksi jin pada diri seseorang. Tidak ada orang yang dapat melihat keberadaan jin secara pasti dalam tubuh seseorang. Kalau ada yang mengaku mampu mendeteksinya secara pasti, maka orang tersebut juga mempunyai jin yang tidak boleh dimintai bantuan.

Untuk memastikan keberadaan jin yang memasuki tubuh seseorang adalah juga dengan Ruqyah Syar’iyyah. Yaitu, terapi nabawi berupa membacakan ayat-ayat Al-Qur’an dan do’a-do’a yang ma’surat. Itulah satu-satunya cara islami yang diajarkan Islam untuk menangani segala kasus yang berhubungan dengan jin.

Indikasi orang yang dimasuki jin sebagai berikut:

1. Gejala waktu terjaga, di antaranya:

  1. Badan terasa lemah, loyo, dan tidak ada gairah hidup.
  2. Berat dan malas untuk beraktifitas, terutama untuk beribadah kepada Allah.
  3. Banyak mengkhayal dan melamun, senyum dan bicara sendiri.
  4. Tiba-tiba menangis atau tertawa tanpa sebab.
  5. Sering merasa ada getaran, hawa dingin, atau panas, kesemutan, berdebar, dan sesak nafas saat membaca Al-Qur’an.

2. Gejala waktu tidur, di antaranya adalah:

  1. Banyak tidur dan mengantuk berat, atau sulit tidur tanpa sebab.
  2. Sering mengigau dengan kata-kata kotor.
  3. Melakukan gerakan-gerakan aneh, seperti mengunyah dengan keras sampai beradu gigi.
  4. Sering bermimpi buruk dan seram atau seakan-akan jatuh dari tempat yang tinggi.
  5. Bermimpi melihat binatang-binatang seperti ular, kucing, anjing, singa, serigala yang seakan-akan menyerangnya.
  6. Bermimpi ditemui jin yang mengaku arwah nenek moyang atau tokoh tertentu.
  7. Saat tidur merasa seperti ada yang mencekik lehernya atau menggelitikinya dan menendangnya.

Sumber: Lembaran Dakwah Uswatun Hasanah No. 915/Th. XIX, Jum’at ke-1, 7 Rabiul Akhir 1427 H / 5 Mei 2006 M.

3 responses

  1. ozi

    kalo boleh tahu bacaan2 apa saja yg dibacakan saat ruqyah? misalkan dlm al quran surat… ayat….blz di emailku. thanks

    Januari 22, 2011 pukul 1:01 am

  2. ozi

    emailku:
    orang.pentingku@ymail.com

    Januari 22, 2011 pukul 1:03 am

  3. augustaracing

    aq jawab d sini aja ya..

    Dalam Islam dikenal ‘RUQIYAH’, yaitu upaya untuk mengusir jin
    dan segala macam gangguannya dengan membacakan ayat-ayat Al-Quran
    Al-Kariem. Bagi jin yang mengganggu dan jahat, bacaan Al-Quran terutama
    pada ayat tertentu- yang dibaca dengan baik dan benar oleh orang yang
    shalil dan bersih imannya, akan sangat ditakuti. Mereka akan merasakan
    panas yang membakar dan pergi.
    Karena itu bila orang yang mengerti tentang jin itu benar-benar
    menggunakan Ruqyah seperti yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW
    secara benar, maka memang seharusnya dilakukan.
    Tetapi bila orang itu menggunakan cara-cara yang menyimpang, apalagi
    dengan melanggar syariat dan aqidah, tidak boleh dilakukan. Karena tujuan
    jin ketika mengganggu manusia tidak lain adalah untuk menyeret manusia
    kepada pelanggaran dan syirik kepada Allah.
    Misalnya, bila orang itu bilang bahwa jin itu minta sesajen, minta kembang,
    atau dikorbankan hewan sembelihan sebagai tumbal, itulah syirik yang sejati.
    Atau apapun yang secara syariah bertentang dengan hukum-hukum Allah.
    Pada dasarnya bila dibacakan Ruqiyah, jin itu sangat takut dan tidak berani
    menawar-nawar dengan minta ini itu. Karena pembacaan ayat-aayt Al-quran
    itu membuatnya kesakitan yang sangat, sehingga dalam proses Ruqyah,
    tidak ada permintaan dari jin kecuali harus pergi dan berhenti dari
    menganggu manusia.
    Karena itu pastikan bahwa orang yang anda minta bantuannya adalah
    seorang muslim yang shaleh, mengerti ajaran syariah dengan benar, kuat aqidahnya, benar ibadahnya, lurus fikrahnnya dan yang penting diperhatikan,
    dia hendaknya punya pengalaman sebelumnya dalam menghadapi jin, agar
    mengenal tipu daya dan trik-trik yang digunakan jin untuk berpura-pura
    pergi padahal tidak dan sebagainya.
    Nabi saw. Bersabda: Artinya: ” Tidak apa-apa ruqyah itu selama tidak
    mengandung syirik” (HR Muslim).
    Artinya:” Barangsiapa menggantungkan sesuatu, maka dirinya akan
    diserahkan kepadanya” (HR Ahmad, Tirmidzi, Abu Dawud dan Al-Hakim).
    Agar pelaksanaan ruqyah tersebut sesuai dengan sar?i perlu
    diperhatikan hal-hal sebagai berikut:
    A. Bacaan rukyah berupa ayat-ayat Alqur‘an dan Hadits dari Rasulullah saw.
    B. Do‘a yang dibacakan jelas dan diketahui maknanya.
    C. Berkeyakinan bahwa ruqyah tidak berpengaruh dengan sendirinya, tetapi
    dengan takdir Allah SWT.
    D. Tidak isti‘anah dengan jin ( atau yang lainnya selain Allah).
    E. Tidak menggunakan benda-benda yang menimbulkan syubhat dan syirik.
    F. Cara pengobatan harus sesuai dengan nilai-nilai Syari‘ah.
    G. Orang yang melakukan terapi harus memiliki kebersihan aqidah, akhlak
    yang terpuji dan istiqomah dalam ibadah.
    Ruqyah : Cara Dan Bacaannya
    ‘RUQIYAH’, dalam prakteknya adalah upaya untuk mengusir jin dan segala
    macam gangguannya dengan membacakan ayat-ayat Al-Quran Al-Kariem.
    Bagi jin yang mengganggu dan jahat, bacaan Al-Quran ?terutama pada ayat
    tertentu- yang dibaca dengan baik dan benar oleh orang yang shalil dan
    bersih imannya, akan sangat ditakuti. Mereka akan merasakan panas yang
    membakar dan pergi.
    Diantaranya yang paling sering digunakan adalah ayat kursi, beberapa
    penggalan ayat dalaÉ nsurat Al-Baqarah (tiga ayat terakhir), Surat Ali Imron,
    Surat Yasin, Surat Al-Jin, surat Al-Falaq dan Surat An-Naas. Selain itu
    masih banyak ayat dan doa-doa lainnya yang diriwayatkan kepada kita untuk
    dibacakan kepada orang yang kesurupan. Tetapi bila orang itu menggunakan cara-cara yang menyimpang, apalagi
    dengan melanggar syariat dan aqidah, tidak boleh dilakukan. Karena tujuan
    jin ketika mengganggu manusia tidak lain adalah untuk menyeret manusia
    kepada pelanggaran dan syirik kepada Allah.
    Misalnya, bila orang itu bilang bahwa jin itu minta sesajen, minta kembang,
    atau dikorbankan hewan sembelihan sebagai tumbal, itulah syirik yang sejati.
    Atau apapun yang secara syariah bertentang dengan hukum-hukum Allah.
    Pada dasarnya bila dibacakan Ruqiyah, jin itu sangat takut dan tidak berani
    menawar-nawar dengan minta ini itu. Karena pembacaan ayat-aayt Al-quran
    itu membuatnya kesakitan yang sangat, sehingga dalam proses Ruqyah,
    tidak ada permintaan dari jin kecuali harus pergi dan berhenti dari
    menganggu manusia.
    Ruqyah sendiri adalah salah satu cara dari banyak jalan untuk mengusir
    gangguan setan dan sihir. Abdul Khalik Al-Atthar dalam bukunya ?menolak
    dan membentengi diri dari sihir? menyebutkan bahwa untuk bisa terbebas
    dari pengaruh jahat itu, bisa dilakukan beberapa cara, antara lain:
    1. Metode Istinthaq
    Methode istinthaq adalah mengajak bicara setan yang ada di dalam tubuh
    orang yang terkena sihir. Dan menanyakan kepadanya tentang namanya,
    nama tukang sihir yang memanfaatkan jasanya, nama orang yang
    membebani tukang sihir untuk melakukan sihir, menanyakan tempat
    penyimpanan sihir serta barang-barang yang digunakan untuk menyihir.
    Meskipun demikian, kita dituntut untuk tetap waspada dan tidak
    mempercayai sepenuhnya akan apa yang diucapkan oleh setan yang ada di
    dalam tubuh pasien, sebab bisa jadi setan berbohong dengan tujuan untuk
    menimbulkan fitnah dan memecah belah hubungan baik diantara sesama
    manusia.
    2. Metode Istilham
    Melalui Istilham adalah memohon ilham dan petunjuk yang benar dari Allah
    swt) agar Ia berkenan memberikan isyarat lewat mimpi, sehingga sihir yang
    menimpa seseorang bisa terdeteksi dan kemudian dilenyapkan.
    3. Metode Tahshin
    Methode Tahsin adalah pembentengan, yaitu dengan membentengi dan
    melindungi korban sihir dengan menggunakan bacaan Al-Qur?an, zikir dan ibadah-ibadah tertentu.
    Syaikh bin Baaz mengatakan bahwa cara yang paling efektif dalam
    mengobati pengaruh sihir adalah dengan mengerahkan kemampuan untuk
    mengetahui tempat sihir, misalnya di tanah, gunung dan lain-lain. Dan bisa
    diketahui lalu diambil, maka lenyaplah sihir itu.
    Pengobatan sihir yang diharamkan adalah menyingkirkan sihir dengan sihir
    juga, ini sesuai dengan perkataan Rasul yang melarang keras seorang
    muslim pergi ke rumah dukun dan tukang sihir untuk meminta bantuan
    kepadanya.
    Imam Ibnul Qayyim mengatakan bahwa mengeluarkan sihir dan
    memusnahkannya adalah pengobatan yang paling efektif, sebagaimana yang
    diriwayatkan oleh Rasulullah saw bahwasanya beliau memohon kepada
    Allah untuk dapat melakukan hal itu. Allah memberi petunjuk kepada beliau,
    sehingga beliau pernah mengeluarkan sihir dari sebuah sumur.
    4. Hijamah
    Cara yang lainnya adalah dengan hijamah (berbekam) pada anggota tubuh
    yang terasa sakit akibat pengaruh sihir, karena sihir bisa berpengaruh pada
    tubuh, dan melemahkannya.
    5. Obat-obatan
    Pengobatan sihir dapat juga dilakukan dengan menggunakan obat-obatan
    yang mubah (dibolehkan) seperti dengan memberi kurma ?Ajwah kepada si
    penderita.
    Diriwayatkan dari Amir bin Sa?ad dari bapaknya bahwasanya Rasulullah
    saw bersabda,?Barangsiapa setiap pagi hari memakan kurma ?Ajwah maka
    tidak akan membahayakan dirinya baik racun maupun sihir pada hari itu
    hingga malam hari.? (HR. Bukhari)
    Tentang keistimewaan kurma ini Imam Al-Khattabi berkata: Kurma ?Ajwah
    memiliki hasiat dan manfaat yaitu bisa menjadi penangkal racun dan sihir
    karena berkat do?a Rasulullah saw terhadap kurma Madinah, dan bukan
    karena keistimewaan kurma itu sendiri.
    6. Ruqyah
    Cara yang lainnya yang dapat dilakukan untuk mengeluarkan sihir adalah dengan membacakan ruqyah syar?iyyah (pengobatan melaui bacaan AlQur?an, zikir dan do?a).
    Imam Ibnu Qayyim mengatakan: Diantara obat yang paling mujarab untuk
    melawan sihir akibat pengaruh jahat setan adalah dengan pengobatan syar?i
    yaitu dengan zikir, do?a dan bacaan-bacaan yang bersumber dari Al-Qur?an.
    Jiwa seseorang apabila dipenuhi dengan zikir, wirid dan mensucikan nama
    Allah niscaya akan terhalangi dari pengaruh sihir. Orang yang terkena sihir
    bisa sembuh dengan membaca ruqyah sendiri atau dari orang lain dengan
    ditiupkan pada dada atau tubuh yang sakit sambil membaca zikir dan do?a.
    Berikut ini adalah bacaan-bacaan yang diyakini mampu menolak dan
    menghilangkan bahaya sihir, diantaranya:
    A. Surat Al-Fatihah.
    B. Surat Al-Baqarah, khususnya ayat-ayat 1-5, 254-257 dan 284-286.
    C. Surat Al-Imran khususnya ayat 1-9 dan 18-19
    D. Surat An-Nisa khususnya ayat 115-121
    E. Surat Al-A?raf khususnya ayat 54-55.
    F. Surat Al-Mu?minun khususnya ayat 115-118.
    G. Surat Yasin khususnya ayat 1-12.
    H. Surat As-Shaffat khususnya ayat 1-10.
    I. Surat Ghafir khususnya ayat 1-3, dan masih banyak lagi ayat-ayat lainnya.
    Sedangkan doa-doa yang dianjurkan diantaranya:
    .اﻟﻠﻬﻢ رب اﻟﻨﺎس اذهﺐ اﻟﺒﺄس اﺷﻒ أﻧﺖ اﻟﺸﺎﻓﻰ ﻻ ﺷﺎﻓﻲ إﻻ أﻧﺖ ﺷﻔﺎء ﻻ ﻳﻐﺎدر ﺳﻘﻤﺎ
    Ya Allah, Rabb bagi semua manusia, hilangkanlah rasa sakit, berilah
    kesembuhan, Engkau zat yang menyembuhkan tiada yang bisa
    menyembuhkan kecuali Engkau, kesembuhan yang tiada menimbulkan sakit
    sedikitpun.?
    .ﺑﺴﻢ اﷲ أرﻗﻴﻚ ﻣﻦ آﻞ ﺷﻲء ﻳﺆذﻳﻚ وﻣﻦ ﺷﺮ آﻞ ﻧﻔﺲ أو ﻋﻴﻦ ﺣﺎﺳﺪ اﷲ ﻳﺸﻔﻴﻚ ﺑﺴﻢ اﷲ أرﻗﻴﻚ
    Dengan nama Allah aku meruqyahmu dari kejahatan setiap jiwa atau
    pandangan orang yang dengki, Allah yang memberi kesembuhan padamu,
    dengan nama Allah saya meruqyahmu.?
    .أﻋﻴﺬك ﺑﻜﻠﻤﺎت اﷲ اﻟﺘﺎﻣﺔ ﻣﻦ ﺷﺮ ﻣﺎ ﺧﻠﻖ
    Saya mohon untuk kamu perlindungan kepada Allah dengan kalimat-kalimat
    Allah yang sempurna dari kejahatan apa yang diciptakan? Bin Baz mengatakan: Hendaklah seorang muslim meminta kesembuhan
    hanya kepada Allah dari segala kejahatan dan bencana, dengan membaca
    doa-doa berikut ini:
    .ﺑﺴﻢ اﷲ اﻟﺬي ﻻ ﻳﻀﺮ ﻣﻊ اﺳﻤﻪ ﺷﻲء ﻓﻲ اﻷرضوﻻ ﻓﻲ اﻟﺴﻤﺎء وهﻮ اﻟﺴﻤﻴﻊ اﻟﻌﻠﻴﻢ
    Dengan menyebut nama Allah yang dengan keagungan nama-Nya itu
    menjadikan sesuatu tidak berbahaya baik yang ada di langit atau di bumi,
    dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui? (Dibaca 3x pada pagi dan
    sore hari)
    Dan dianjurkan pula untuk membaca Ayat Kursy ketika hendak tidur dan
    sehabis salat fardhu, disamping membaca surat Al-Falaq, Al-Nas dan AlIkhlash setiap selesai melakukan salat subuh dan salat maghrib serta
    menjelang tidur.
    Seluruh cara di atas hanyalah sekedar do?a dan usaha, sumber kesembuhan
    hanyalah dari Allah semata, Dialah yang Maha mampu atas segala sesuatu
    dan di tangan-Nya segala obat dan penyakit, dan segala sesuatu bisa terjadi
    berdasarkan ketentuan dan takdir Allah swt.
    Nabi saw. Bersabda:
    Dan berdasarkan penjelasan ulama, maka pengobatan Ruqyah Syar‘iyah
    diperbolehkan dengan kriteria sbb:
    A. Bacaan rukyah berupa ayat-ayat Alqur‘an dan Hadits dari Rasulullah saw.
    B. Do‘a yang dibacakan jelas dan diketahui maknanya.
    C. Berkeyakinan bahwa ruqyah tidak berpengaruh dengan sendirinya, tetapi
    dengan takdir Allah SWT.
    D. Tidak isti‘anah dengan jin ( atau yang lainnya selain Allah).
    E. Tidak menggunakan benda-benda yang menimbulkan syubhat dan syirik.
    F. Cara pengobatan harus sesuai dengan nilai-nilai Syari‘ah.
    G.Orang yang melakukan terapi harus memiliki kebersihan aqidah, akhlak
    yang terpuji dan istiqomah dalam
    ibadah.
    Pada dasarnya membantu pengobatan dengan ruqyah adalah amal tathowu‘i
    (sukarela) yang dibolehkan menerima hadiah dan bukan kasbul maisyah
    (mata pencaharian rutin).
    Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
    Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh. Wallahu a‘lam
    Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb.

    Januari 28, 2011 pukul 1:19 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s