Racing is my blood, Islam is my way to life

Ayat Shalawat

imageAyat Salawat yaitu firmanNya di dalam (Surah al-Ahzab (33):56): Inna Allaha wamalaikatahu yusalloona AAala alnnabiyyi ya ayyuha allatheena amanoo salloo AAalayhi wasallimoo tasleeman “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikatNya bersalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”

Syi’ah bersepakat bahwa ayat ini telah diturunkan kepada Nabi SAWAW dan Ahlu l-Baitnya AS. Begitu juga sebagian besar ulama Ahlu s-Sunnah sependapat dengan Syi’ah bahwa ayat tersebut diturunkan kepada Muhammad, ‘Ali, Fatimah, Hasan dan Husain AS.

Imam Syafi’i dalam Musnadnya berkata: Ibrahim bin Muhammad telah memberitahukan kami bahwa Safwan bin Sulaiman telah memberitahukan kami dari Abi Salmah dari ‘Abdu r-Rahman dari Abu Hurairah dia bertanya: Wahai Rasulullah, bagaimana kami bersalawat ke atas anda? Maka Rasulullah SAWAW menjawab: Kalian berkata: Allahumma Salli ‘Ala Muhammad wa Ali Muhammad.104

Ibn Hajr di dalam al-Sawa’iq ah-Muhriqah105 mencatat riwayat daripada Ka’ab bin Ijrah. Dia berkata: Apabila turun ayat ini, kami bertanya wahai Rasulullah! Kami mengetahui bagaimana kami memberi salam ke atas anda.

Tetapi kami tidak mengetahui bagaimana kami bersalawat ke atas anda? Maka beliau SAWAW bersabda: Kalian katakanlah Allahumma Salli ‘Ala Muhammad wa Ali Muhammad. Dan diriwayatkan dari Nabi SAWAW, berliau bersabda: Janganlah kalian bersalawat ke atasku dengan salawat yang terputus. Lalu mereka bertanya: Apakah salawat terputus itu? Beliau menjawab: Kalian berkata: Allahumma Salli ‘Ala Muhammad, kemudian kalian berhenti. Justeru itu katakan: Allahumma Salli ‘Ala Muhammad wa Ali Muhammad.

Al-Qurtubi di dalam Jami’ li-Ahkam al-Qur’an106 menegaskan bahwa Ahlu l-Bait Nabi SAWAW dikaitkan dengan Nabi SAWAW di dalam salawat ke atasnya. Sementara Ibn ‘Arabi di dalam Ahkam al-Qur’an107 mengatakan bahwa ayat al-Mawaddah diturunkan kepada Nabi SAWAW dan Ahlu l-Baitnya yang disucikan.

Di sini dikemukakan sebagian dari riwayat-riwayat para ulama Ahlu s-Sunnah yang mengatakan bahwa ayat tersebut diturunkan kepada Nabi SAWAW dan Ahlu l-Baitnya seperti berikut:

  • 01. al-Bukhari dalam Sahihnya, VI, hlm. 12
  • 02. Al-Wahidi dalam Asbab al-Nuzul, hlm. 271.
  • 03. al-Baghawi dalam Ma’alim al-Tanzil, V, hlm. 225.
  • 04. al-Hakim dalam al-Mustadrak, III, hlm. 148.
  • 05. Fakhruddin al-Razi dalam Mafatih al-Ghaib, XV, hlm. 226.
  • 06. al-Hafiz Abu Nu’aim al-Isfahani dalam Akhbar Isfahani, I, hlm. 31.
  • 07. al-Hafiz Abu Bakr al-Khatib dalam Tarikh Baghdad, VI, hlm. 216.
  • 08. Ibn ‘Abd al-Birr dalam Tajrid al-Tawhid, hlm. 85.
  • 09. al-Nisaburi dalam al-Tafsir, XX, hlm. 30.
  • 10. al-Alusi dalam Ruh al-Ma’ani, XXII, hlm. 22.
  • 11. Muhibuddin al-Tabari dalam Dhakha’ir la-‘Uqba, hlm. 19.
  • 12. al-Nawawi dalam Riyadh al-Salihin, hlm. 155.
  • 13. Ibn Kathir dalam al-Tafsir, III, hlm. 506.
  • 14. Al-Tabari dalam al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an, XX, hlm. 27.
  • 15. al-Khazin dalam al-Tafsir, V, hlm. 226.
  • 16. al-Suyuti dalam al-Durr al-Manthur, V, hlm. 215; Bughyah al-Wu’at, hlm. 442.
  • 17. al-Syaukani dalam Fath al-Qadir, IV, hlm. 293.
  • 18. Abu Bakr al-Hadhrami dalam Rasyfah al-Sadi, hlm. 24.
  • 19. al-Sayyid Ibrahim Naqib, dalam al-Bayan wa Ta’rif, I, hlm. 134.
  • 20. Muhammad Idris al-Hanafi dalam al-Ta’liq al-Sahih fi Syarh al-Masabih, I, hlm. 401 & 402 telah meriwayatkan hadith ini dengan sanad yang banyak dan bermacam-macam. Semuanya meliputi salawat ke atas Nabi SAWAW dan Ahlu l-Baitnya.

Aku berpendapat: “menyebut mereka” di dalam sembahyang dan bukan orang yang selain daripada mereka adalah dalil yang terang betapa tingginya kedudukan mereka. Lantaran itu tidak sah sembahyang seorang mukallaf baik dahulu

ataupun sekarang tanpa pengucapan salawat ke atas mereka Ahlu l-Bait AS walaupun dia seorang yang bergelar al-Siddiq (Abu Bakr), al-Faruq (Umar atau dha-nur atau anwar (‘Uthman).

Al-Nisaburi dalam Tafsirnya108 menyatakan ayat al-Mawaddah sudah cukup sebagai tanda penghormatan kepada Ahlu l-Bait Rasulullah SAWAW karena tasyahhud di akhiri dengan ‘menyebutkan’ mereka dan selawat ke atas mereka pada setiap sembahyang.

Muhibbuddin al-Tabari di dalam Dhakha’ir al-‘Uqba109 meriwayatkan dari Jabir dia berkata: Jika aku sembahyang dan tidak berselawat ke atas Muhammad dan Ahlu l-Baitnya, maka aku pikir sembahyangku tidak diterima.

Qadhi ‘Iyad telah menyatakan di dalam al-Syifa’ dari Ibn Mas’ud secara marfu’: Siapa yang mengerjakan solat tanpa berselawat ke atasku dan Ahlu l-Baitku (di dalamnya), niscaya solatnya tidak diterima.110

Ibn Hajr di dalam al-Sawa’iq al-Muhriqah111 menyatakan bahwa al-Dar al-Qutni dan al-Baihaqi meriwayatkan hadith: Siapa mengerjakan solat dan tidak berselawat ke atasku dan Ahlu l-Baitku, maka solatnya tidak akan diterima.” Hadith ini merupakan sumber rujukan Imam Syafi’i rd. yang mengatakan bahwa selawat ke atas Al (Ahlu l-Bait) adalah sebagian daripada kewajiban solat seperti selawat ke atas Nabi SAWAW. Pada hakikatnya ia adalah lemah karena sumber rujukan yang sebenar ialah hadith Nabi SAWAW yang disepakati: Katakanlah Allahumma Salli ‘Ala Muhammad wa ‘Ali Muhammad. Perintah (amr) di dalam hadith tersebut adalah wajib.

Fakhruddin al-Razi di dalam Mafatih al-Ghaib112 menegaskan bahwa selawat ke atas Ahlu l-Bait AS adalah satu kedudukan yang tinggi. Oleh karena itu selawat ke atas mereka dijadikan sebagai penamat tasyahhud. Dan sabdanya: ‘Allahumma Salli ‘Ala Muhammad wa Ali Muhammad wa r-ham Muhammad wa ‘Ali Muhammad,’ adalah suatu kemuliaan yang tidak boleh terjadi selain kepada keluarga Muhammad SAWAW. Ini menunjukkan bahwa cinta kepada Muhammad dan

‘Ali Muhammad adalah wajib. Dan beliau bersabda: Ahlu l-Baitnya SAWAW menyamai di dalam lima perkara:

1. Di dalam Tasyahhud; selawat ke atas Nabi SAWAW dan ke atas mereka.

2. Di dalam Salam (Salam).

3. Di dalam kesucian at-Taharah

4. Di dalam pengharaman Sadqah

5. Di dalam kasih sayang al-Mahabbah

Apa yang telah kami kemukakan tadi menunjukkan bahwa selawat ke atas mereka adalah kewajiban di dalam solat. Dan banyak lagi hadith-hadith di dalam buku-buku Ahlu s-Sunnah yang menjelaskan hakikat ini.

Setelah aku membaca semua rujukan-rujukan di atas, aku dipenuhi keheranan. Kenapa ‘mereka’ mendahului orang yang bukan Ahlu l-Bait daripada Ahlu l-Bait? Dan apa yang lebih mengherankan adalah kata-kata Ibn Abi al-Hadid di dalam muqadimmah Syarh Nahj al-Balaghah113 di mana dia berkata: Segala puji bagi Allah yang telah mendahului al-Mafdhul (kurang baik) ke atas al-Fadhil (lebih baik).’ Kata-katanya adalah menyalahi al-Qur’an dan Sunnah Nabi SAWAW karena Allah tidak meredhai pengutamaan al-mafdhul ke atas al-Fadhil (pengutamaan Abu Bakr, Umar, dan Uthman ke atas ‘Ali) begitu juga RasulNya, dan orang yang mempunyai akal yang sejahtera dan mempunyai hati yang bebas.

Dan apa yang mengherankan juga adalah kenapa mereka begitu berani mencaci Syi’ah Ahlu l-Bait Rasulullah SAWAW yang mewalikan Allah, RasulNya dan orang-orang yang beriman. Sebagaimana firmanNya di dalam (Surah al-Maidah

(5): 56)”Siapa saja yang mendahulukan Allah dan RasulNya, maka mereka adalah pengikut partai Allah yang pasti mendapat kemenangan.” Syi’ah mengambil apa yang datang daripada Allah dan RasulNya, mereka tidak beranjak walau sedikitpun.

Ringkasnya Khilafah ‘Ali AS sabit selepas Rasulullah SAWAW menurut ayat Salawat karena Allah SWT mengiringinya (‘Ali) bersama Rasulullah SAWAW dalam selawat ke atasnya. Justru itu tidak seorangpun harus mendahuluinya sebagaimana ia tidak harus mendahului Rasulullah SAWAW. Berpikirlah wahai pembaca yang budiman jika anda orang yang berpikiran bebas. (www.fatimah.org)

One response

  1. nurma

    ya Allah sungguh besar makna dri salawat..

    Februari 10, 2011 pukul 9:46 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s