Racing is my blood, Islam is my way to life

Nishfu Sya’ban

 
Malam Nishfu Sya’ban dan Keutamaannya
imageBulan Sya’ban adalah bulan yang diapit oleh dua bulan yang sangat mulia, yaitu Rajab dan Ramadhan. Bulan Rajab merupakan salah satu dari 4 bulan haram: bulan-bulan yang dihormati. Allah berfirman agar kita tidak menganiaya diri kita dengan berbuat maksiat di bulan-bulan haram, sebab melakukan maksiat di bulan haram lebih berat tanggung jawabnya kelak di akhirat.

Adapun keutamaan bulan Ramadhan sangat banyak, di antaranya: ibadah wajib di bulan itu seperti 70 ibadah wajib di bulan lain, amalan sunah dibulan itu senilai amalan wajib di bulan lain, pada bulan itu Quran diturunkan, dan terdapat malam yang lebih mulia dari seribu bulan, dll. Keutamaan yang banyak dari kedua bulan ini seakan menenggelamkan kelebihan bulan Sya’ban. Padahal, bulan Sya’ban juga memiliki keutamaan:

Diriwayatkan kepadaku bahwa Usamah bin Zaid berkata kepada Nabi, “Ya Rasulullah, aku belum pernah melihat engkau berpuasa di bulan lain lebih banyak dari puasamu di bulan Sya’ban.” Kata Nabi, “Bulan itu sering dilupakan orang karena diapit oleh bulan Rajab dan Ramadhan, padahal pada bulan itu, diangkat amalan-amalan (dan dilaporkan) kepada Tuhan Rabbil Alamin. Karenanya, aku ingin agar sewaktu amalanku dibawa naik, aku sedang berpuasa.” (HR Ahmad dan Nasai – dlm. Figh Sunah Abu Dawud).

Adapun keutamaan bulan Sya’ban lainnya akan lebih jelas lagi dalam hadis-hadis berikut:

HADIS PERTAMA
Aisyah RA bercerita bahwa pada suatu malam ia kehilangan Rasulullah SAW. Ia lalu mencari dan akhirnya menemukan beliau di Baqi’ sedang menengadahkan wajahnya ke langit. Beliau berkata:
“Sesungguhnya Allah Azza Wajalla turun ke langit dunia pada malam nishfu Sya’ban dan mengampuni (dosa) yang banyaknya melebihi jumlah bulu domba Bani Kalb.” (HR Turmudzi, Ahmad dan Ibnu Majah)

HADIS KEDUA
Diriwayatkan oleh Abu Musa Al-Asy’ari RA bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya Allah pada malam nishfu Sya’ban mengawasi seluruh mahluk-Nya dan mengampuni semuanya kecuali orang musyrik atau orang yang bermusuhan.” (HR Ibnu Majah)

HADIS KETIGA
Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib KW bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Jika malam nishfu Sya’ban tiba, maka salatlah di malam hari, dan berpuasalah di siang harinya, karena sesungguhnya pada malam itu, setelah matahari terbenam, Allah turun ke langit dunia dan berkata, Adakah yang beristighfar kepada Ku, lalu Aku mengampuninya, Adakah yang memohon rezeki, lalu Aku memberinya rezeki , adakah yang tertimpa bala’, lalu Aku menyelamatkannya, adakah yang begini (2x), demikian seterusnya hingga terbitnya fajar.” (HR Ibnu Majah).

Demikianlah keutamaan dan kelebihan malam Nishfu Sya’ban, marilah kita manfaatkan malam yang mulia ini untuk mendekatkan diri dan memohon sebanyak- banyaknya kepada Allah.

Doa yang Dibaca Berikut Artinya

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang.
Ya Allah, yang memiliki anugerah dan tidak dianugerahi,
wahai yang memiliki kebesaran dan kemuliaan,
yang memiliki karunia dan kenikmatan,
tiada Tuhan melainkan Engkau,
Engkau tempat berlindung,
tempat memohon pertolongan,
dan tempat aman bagi orang yang ketakutan,

Ya Allah, jika telah Engkau tuliskan nasibku dalam Ummul kitab
sebagai orang yang sengsara,
atau orang yang diharamkan mendapat kenikmatan,
atau orang yang ditolak,
atau orang yang disempitkan rezekinya,
maka demi kemurahan-Mu,
hapuskanlah ya Allah, kesengsaraanku,
keterhalanganku dari nikmat,
ketertolakkanku, dan kesempitan rezekiku,
kemudian tetapkanlah aku
di dalam Ummul Kitab yang ada di sisi-Mu
sebagai orang yang bahagia, mendapat rezeki cukup,
memperoleh taufiq untuk melakukan segala kebaikan,
Sesungguhnya Engkau telah berfirman,
dan firman-Mu lah yang benar,
di dalam kitab-Mu yang diturunkan
kepada nabi-Mu yang diutus, yaitu:

“Allah (berkuasa utk) menghapus dan menetapkan
yang dikehendaki-Nya, dan di sisi-Nya Ummul kitab”

Ya Allah, dengan tajallimu yang Maha agung
pada malam Nishfu Sya’ban yang mulia ini,
yang di dalamnya dipisahkan dan
dikukuhkan semua persoalan penting,
aku mohon agar dihindarkan dari malapetaka yang aku ketahui,
atau yang tidak aku ketahui,
atau yang lebih Engkau ketahui,
sesungguhnya Engkau Maha Luhur dan Mulia.
Semoga sholawat dan salam dilimpahkan
kepada Nabi Muhammad, keluarga dan para sahabatnya,
dan segenap puji bagi-Mu ya Allah, Pemelihara sekalian alam.

Cara Melaksanakan Doa Nishfu Sya’ban

Cara melaksanakan ibadah di malam Nishfu Sya’ban ini berbeda-beda. Di bawah ini adalah cara yang dilakukan di Mesjid Riyadh, atau cara yang diajarkan oleh Habib Abubakar Alatas, syeikhnya Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi, Muallif Simtud Duror.

Salatlah Maghrib berjama’ah, dan selesaikan semua doa dan wirid, kemudian salatlah sunah ba’diah Maghrib

Berikut adalah rangkaian ibadah nishfu sya’ban:

PERTAMA

  • salatlah sunah awwabin 2 rakaat
    niatnya: ushollii rok-ataini min sunnatil awwaabiin lillaahi ta’aalaa
    bacalah surat al-ikhlash 6x setelah fatihah pada rokaat pertama dan kedua
  • setelah salam, bacalah fatihah dan yaa siin dengan niat agar dipanjangkan umur dalam ketaatan kepada Allah
    al-faatihah wa yaa siin biniyyati thuulil ‘umr ma-‘at taufiiq li thoo-‘atillaah

KEDUA

  • salatlah sunah awwabin 2 rakaat
    niatnya: ushollii rok-ataini min sunnatil awwaabiin illaahi ta’aalaa
    bacalah surat al-ikhlash 6x setelah fatihah pada rokaat pertama dan kedua
  • setelah salam bacalah fatihah dan yaa siin dengan niat agar diselamatkan dari segala mara bahaya
    al-faatihah wa yaa siin biniyyatil hifzh wal ‘ishmati minal aafaat wal ‘aahaat

KETIGA

  • salatlah sunah awwabin 2 rakaat
    niatnya: ushollii rok-ataini min sunnatil awwaabiin lillaahi ta’aalaa
    bacalah surat al-ikhlash 6x setelah fatihah pada rokaat pertama dan kedua
  • setelah salam, bacalah fatihah dan yaa siin dengan niat agar dapat berdikari tanpa membutuhkan bantuan dari sesama makhluk Allah dan agar meninggal dalam husnul khotimah
    al-faatihah wa yaa siin biniyyatil istighnaa` ‘anin naas wa husnul khootimah.

(Akhir dari ibadah ini akan bersamaan dengan masuknya waktu Isya).

Sholat ini hendaknya dilakukan secara berjamaah dengan istri, anak, pembantu, tetangga, di mesjid dll. Pada salat awwabin imam hanya membaca jahr (dengan suara keras) surat al-faatihah saja. (zawiya.net)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s