Racing is my blood, Islam is my way to life

Makmum Sendirian Di Belakang Shaf

Merapatkan barisan (shaff) dalam shalat berjamaah sangat dianjurkan. Dalam hal ini, seorang imam sebelum melangsungkan ibadah shalat diperintahkan untuk mengingatkan para jamaah agar merapatkan shaff dan mengisi kekosongan yang terdapat di dalamnya.

Abu Hurayrah meriwayatkan: “Rasululloh saw. memeriksa shaff dari satu sisi ke sisi yang lain, beliau mengusap dada-dada dan pundak-pundak kami, seraya berkata: “Jangan kalian berselisih, maka hati kalian akan berselisih (pula)”. (HR. Muslim).

Anas bin Malik juga meriwayatkan, bahwa Rasul saw. mengatakan menjelang dilangsungkannya shalat berjamaah: “Tegapkan barisan dan rapatkan, karena sesungguhnya saya melihat kalian dari belakang punggungku”.

Namun begitu, para ulama berpendapat bahwa merapatkan barisan tidak merupakan syarat sahnya shalat, ia hanya kesunnatan yang sangat dianjurkan. Perselisihan pendapat terjadi bukan dalam rapatnya shaff, akan tetapi dalam shalatnya makmum yang berdiri sendirian di belakang shaff lainnya.

Sahkah shalatnya makmum yang menyendiri dari shaff-shaff lainnya?

Ada dua pendapat yang saling berselisih mengenai hal ini.

Pertama: shalatnya sah akan tetapi makruh. Pendapat ini diwakili oleh Jumhur fuqaha termasuk Syafiiyah.

Kedua: shalatnya tidak sah. Pendapat ini diwakili oleh kelompok Hanabilah. Abu Bakrah, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari, sampai kepada Nabi sementara beliau telah melakukan ruku’, maka kemudian ia mengikuti ruku’ sebelum mencapai shaff. Kemudian ia melaporka hal ini kepada Rasul, maka kemudian beliau mengatakan: “Semoga Alloh menambahkan semangat lebih kepadamu, dan jangan kamu ulangi”.

Andaikata seorang datang ke masjid sementara barisan telah penuh semua, maka ia mendirikan shaff di belakang dan menarik salah satu makmum di depannya untuk menjaga agar ia tidak sendirian dalam shaff.

Menurut Hanabilah, hal ini harus dilakukan, dan menurut Syafiiyah itu hanya sunnah, sementara menurut Malikiyah orang tsb. tak perlu menarik ke belakang salah seorang di depannya, dan cukup mendirikan shaff di belakang sendirian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s