Racing is my blood, Islam is my way to life

Memaafkan ketika mampu membalas dendam

Nabi Allah Musa pernah bertanya akepada Allah, siapakah diantara hamba-hambaNya yang paling mulia dihadapan Allah

Nabi Musa a.s telah bertanya kepada Allah:” Ya Rabbi! Sipapakah diantara hambaMu yang lebih mulia menurut pandangan-Mu?” Allah berfirman ” ialah orang yang apabila berkuasa (menguasai musuhnya) dapat segera memaafkan” [HQR Kharaithi dari Abu Hurairah r.a]

Allah menerangkan kepada Musa a.s bahwa orang yang paling mulia dihadapanNya adalah orang yang lapang dada, bersikap toleran terhadap musuh atau orang yang memusuhinya ketika ia berkuasa melakukan kehendaknya.

oprang semacam ini adalah orang yang memilki kedudukan tinggi disisi Allah denagn Allah akan meninggikan martabat dan derajatnya selain disisi Allah juga pada masyarakat dan musuhnya.

hal ini akan membarikan gambaran yang mulia terhadap nabi Allah Muhammad s.a.w , dalam tarikh dikemukakan perilaku dan ketinggian budi pekerti Nabi s.a.w

1. dalam Gazwah Uhud. nabi s.a.w mendapat luka dan patah beberapa giginya, berkatalah salah seorang sahabatnya “Cobal;ah Tuan doakan agar mereka celaka”, Nabi s.a.w menjawab ” Aku sekali-kali diutus tidak untuk melaknat seseorang, tetapi aku diutus untuk mengajak kebaikan dan sebagi rahmat”. lalu beliau menengadahkan tanagn beliau dan berdoa

“Ya Allah, ampunilah kaumku, karena mereka tidak mengtahui”

Rasulallah tidak berniat untuk membalas dendam,  tapi malah memaafkan mereka dan kemudia dengan rasa kasih sayang mendoakan mereka agar diberi ampun oleh Allah, karena dianggap mereka masih belum tahu tujuan ajakan baik yang dilakukanya.

2. dalam Gazwah Uhud itu juga, seorang budak hitam bernama Wahsyi, yang dijanjikan oleh majikanya kemerdekaan jika dapat membunuh paman nabi bernama hamzah bin Abdul Muthalib r.a , ternyat ia berhasil membunuh Hamzah dan ia dimerdekakan. kemudian ia masuk islam dan menghadap kepada nabi s.a.w

Wahsyi menceritakan peristiwa pembunuhan Hamzah
walaupun nabi telah menguasai Wahsyi dan dapat melakukan pembalasan, namun ia tidak melakukanya

3. dalam Gazwah Khaibar (perkampungan Yahudi), Zainah binti al Harits, istri salam bin misykam, salah seorang pemimpin Yahudi, berhasil memperoleh hadiah karena dapat membumbuhkan racun pada paha kambing panggang yang disajkan kepada Rasulallah.s.a.w. Rasulallah makan bersama Bisyr bin Bara bin Ma’rur, Bysir sempat menelan daging beracun itu, namun Rasulallah baru sampai mengunyahnya, lalu dimuntahkan kembali sambil berkata “daging ini memberitakan kepadaku bahwa dia beracun”. beberapa hari kemuida Bisyr meninggal dunia. Nabi s.a.w memanggil wanita yahudi yang membumbuhi racun dan bertanya kepadanya ” Mengapa engkau sampai hatu melakukan peracunan itu”. wanita itu menjawab ” KIranya tiada tersembunyi lagi hasrat kaumku untuk membunuh tuan. sekiranya tuan adalah seorang raja tentu akan mati karena racun itu dan kami akan merasa senang. Tetapi jika tuan seorang nabi, tentu tuan akan diberitahu oleh Allah bahwa daging itu menandung racun. ternyat Tuan adalah seorang Nabi”

lalu apa yang dilakukan nabi Allah terhadap wanita itu, padahal beliau sudah menguasainya, wanita itu kontan dimaafkan dan dilepasakanya.

catatan kaki: ini adalah catatan yang membuktikan bahwa nabi Allah tidak pernah akan kena racun dan mengugurkan berita dusta bahwa nabi Allah Muhammad mati karena racun

dan banyak lagi contoh kemulian nabi Allah termasuk peristiwa Du’tsur, perebutan kembali tanah mekah.

oleh karenanya Allah telah memberikan peringatan dan petunjuk kepada manusia melalui firman-Nya

Q.S as Syura 40. Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik[1345] maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.

[1345]. Yang dimaksud berbuat baik di sini ialah berbuat baik kepada orang yang berbuat jahat kepadanya.

Q.S Al Baqarah  237 …..dan pema’afan kamu itu lebih dekat kepada takwa dan janganlah kamu melupakan keutamaan di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Melihat segala apa yang kamu kerjakan.

Q.S An Nuur 22. Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka mema’afkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang[1032],

[1032]. Ayat ini berhubungan dengan sumpah Abu Bakar r.a. bahwa dia tidak akan memberi apa-apa kepada kerabatnya ataupun orang lain yang terlibat dalam menyiarkan berita bohong tentang diri ‘Aisyah. Maka turunlah ayat ini melarang beliau melaksanakan sumpahnya itu dan menyuruh mema’afkan dan berlapang dada terhadap mereka sesudah mendapat hukuman atas perbuatan mereka itu.

Q.S An Nisa  149. Jika kamu melahirkan sesuatu kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan sesuatu kesalahan (orang lain), maka sesungguhnya Allah Maha Pema’af lagi Maha Kuasa.

Q.S Ali Imran 159. Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu[246]. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.

[246]. Maksudnya: urusan peperangan dan hal-hal duniawiyah lainnya, seperti urusan politik, ekonomi, kemasyarakatan dan lain-lainnya.

Q.S  Al Maidah 13. (Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuki mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merobah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit diantara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

Q.S Al Baqarah 109. Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka ma’afkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya[82]. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

[82]. Maksudnya: keizinan memerangi dan mengusir orang Yahudi.

Q.S Al A’raf 199. Jadilah engkau pema’af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.

Q.S Ali Imran 135 ….dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

Dalam Hadis Nabi s.a.w

Barang siapa yang dapat menahan luapan kemarahan, sedang ia berkuasa dan sanggup melampiasakan, nisacaya Allah memanggilnya pada hari kiamat di hadapan khlayak ramai, untuk memilih bidadari yang dikehendakinya.

Seorang muslim apabila disaat dia bergaul dengan orang banyak dan dapat bersabar (suka memaafkan) atas gangguan mereka, lebih baik dari muslim yang tidak suka bergaul dan tidak sabar atas gangguan mereka.

Allah pasti akan meninggikan kemuliaan seseorang karena sifat pemaafnya.

dalam Hadis lain disebutkan

Ada tiga hal yang apa bila dilakukan akan mendapat dilindungi Allah dalam pemeliharaan-Nya, dan dimasukkan-Nya kedalam surga-Nya, yaitu: apabila diberi ia berterima kasih, apabila berkuasa ia suka memaafkan, apabila ia marah ia menahan diri (tak jadi marah)
[HR Hakim dan Ibnu Hibban dari Ibnu Abbas]

Bersabda Rasulallah s.a.w kepada Uqbah bin Amir r.a :” wahai Uqbah! maukah kau kuberi tahu budi pekerti ahli dunia dan akhirat yang utama? Yaitu : melakukan shilaturahim (menghubungkan kekeluargaan dengan orang yang telah memutuskanya), memberi kepada orang yang tidak pernah memberimu, dan memaafkan orang yang pernah menyakitimu”

Ya Allah, karunikanlah kami sifat pemaaf, pengampun dan lapang dada, dan jadikanlah kami orang yang dapat menahan amarah dan jadikan kami orang yang suka memaafkan orang lain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s