Racing is my blood, Islam is my way to life

Perawatan Kaki bagi Penyandang Diabetes

 
Kaki penyandang diabetes mengalami banyak perubahan, baik bentuk maupun kepekaannya. Bahkan tidak jarang mengalami mati rasa (ba’al). Oleh karena itu perawatannya pun berbeda dengan perawatan kaki orang sehat. Apa saja yang perlu diperhatikan?

Amputasi merupakan hal yang paling menakutkan bagi para penyandang diabetes. Dapat dibayangkan sepasang kaki yang indah, harus dipotong. Bukan hanya estetika yang hilang, melainkan rasa percaya diri pun bisa terkubur.

Di Indonesia, menurut Prof. Dr. dr. Sarwono Waspadji, dari Divisi Endokrin Metabolik, Departemen Penyakit Dalam FKUI, penyandang diabetes yang harus menjalani amputasi jumlahnya sekitar 25%, (data tahun 2003) dari sehrruh pasien yang dirawat karena kakinya bermasalah. Padahal menurutnya, hal itu tidak perlu terjadi apabila penyandang diabetes serius menjaga dan merawat kakinya.

Salon kaki untuk penyandang diabetes

Bapak Dace Abdullah, Kepala Ruangan Sub Spesialis Metabolik Endokrin Penyakit Dalam di RSCM, sudah sejak tahun 1995 membantu para penyandang diabetes merawat kakinya. Pria yang mengantongi sertifikat sebagai ahli merawat kaki dan kuku khusus bagi penyandang diabetes itu, dalam kesehariannya sering didatangi oleh pasien yang ingin merawat kaki atau merawat lukanya.

Alat-alat yang sering digunakan adalah gunting bengkok besar dan gunting bengkok kecil (untuk membuka perban), gunting kuku khusus, tang kecil, pinset, kikir, dan gerinda, serta alat untuk pengeklem pembuluh daarah (alat untuk menghentikan pendarahan).

Luka pada kaki penyandang diabetes, menurutnya ada dua macam, yaitu luka terbuka dan luka tertutup. “Apabila timbul luka di kaki harus segera dirawat. Jika belum jelas cara merawatnya, jangan ditangani sendiri. Datanglah ke Puskesmas atau poliklinik terdekat. Jangan pula mengorek-ngorek kaki yang mengalami penebalan dengan peniti, karena akan menyebabkan infeksi,” katanya.

jika luka kaki agak lebar, Pak Dace akan mengangkat jaringan-jaringan yang sudah rusak/mati. Khusus bagi kaki yang luka dan bernanah, terlebih dahulu akan dibersihkan dengan cairan pembersih luka, yaitu campuran betadine dan NaCl (dengan perbandingan 1:20 cc) agar steril. Kemudian, luka akan dibersihkan dengan bantuan gunting.

“jika tidak ada luka, berarti kaki pasien hanya dirawat,” ujarnya. Perawatannya yaitu dengan memotong kuku yang sudah menebal atau mengeras. “Kuku yang sudah mengalami pengerasan, tidak bisa digunting dengan gunting kuku biasa, melainkan harus dengan tang kuku,” tuturnya.

Ia mengatakan apabila para penyandang diabetes sejak awal sndah merawat kakinya, maka tidak perlu diamputasi.

Kaki Ba’al

Kaki yang bermasalah pada penyandang diabetes terutama disebabkan oleh komplikasi kadar glukosa darah yang tinggi. “Ada kerusakan pada pembuluh darah (penyumbatan), sehingga aliran darah ke berbagai organ tubuh berkurang. Komplikasi ini terjadi baik pada pembuluh darah besar maupun pembuluh darah kecil,” tutur Profesor Sarwono saat ditemui di RSCM.

Kalau komplikasi berhubungan dengan pembuluh darah kecil (small blood vessel) kesehatan mata dan ginjal akan terancam. “Terjadilah kerusakan pada matanya, bahkan sampai menderita kebutaan. Dan jika kerusakan terjadi pada ginjal mungkin pasien harus melaksanakan cuci darah,” sambungnya.

Apabila komplikasi terjadi di pembuluh darah besar yang berada di kaki, maka aliran darah pada kaki akan berkurang. “Salah satu akibatnya luka menjadi susah sembuh,” tuturnya.

Karena komplikasinya langsung menyerang saraf, maka kaki penyandang diabetes tidak bisa merasakan apa-apa. “Pasien biasanya merasa ba’al atau kesemutan,” katanya. Padahal pada orang normal, sensasi rasa merupakan salah satu proteksi. Misalnya kakinya menginjak sesuatu, ia pasti langsung menghindar. Atau jika kakinya merasakan sesuatu yang panas, ia akan berjalan cepat-cepat. “Pada penyandang diabetes, meskipun kakinya tertusuk paku atau jarum, ia tetap tidak merasakannya, sehingga ia tidak bereaksi. Tahu-tahu kakinya sudah luka dan bengkak,” sambungnya. Tidak jarang karena tidak bisa sembuh, kaki harus diamputasi.

Pencegahan

Menurut Profesor Sarwono, pencegahan adalah satu-satunya cara untuk menghindari amputasi. Caranya adalah dengan memperbaiki kadar gula darah. “Selain itu, mencegah kemungkinan terjadinya luka, baik luka karena tusukan atau karena kaki dioles dengan obat-obatan, atau karena merendam kaki dalam air panas dalam waktu yang lama,” ujarnya.

Pad orang yang bukan penyandang diabetes, bentuk kakinya sesuai untuk menopang berat badan, sementara kaki penyandang diabetes mengalami perubahan bentuk, ada yang miring atau jari-jarinya menekuk. Tekanan pada kaki menjadi tidak seimbang. “Apabila tekanan tidak seimbang, maka mudah terjadi luka. Hal itu dapat dihindari jika penyandang diabetes memakai alas kaki yang tepat, yaitu yang dibuat khusus untuk kakinya yang telah berubah bentuk. Karena, sepatu yang tidak tepat bisa menimbulkan luka yang sulit disembuhkan,” ujar Profesor Sarwono.

Penyuluhan bagi para penyandang diabetes seputar perawatan kaki maupun pengetahuan nutrisi sudah rutin diadakan di RSCM, bahkan di rumah sakit itu sudah tersedia salon kaki dan tempat pembuatan sepatu khusus yang dapat mengikuti bentuk kaki para penyandang diabetes. Sepatu khusus itu terbuat dari kulit dan solnya lembut.

Pencegahan diabetes secara alami

Pengelolaan diabetes secara menyeluruh menurut Profesor Sarwono berkaitan dengan gaya hidup (life style). “Penyandang diabetes harus mengatur makanannva. Kalori, lemak, maupun asupan gulanya, jangan berlebihan. Komposisi yang dianjurkan adalah komposisi seimbang, artinya prosentase karbohidrat, lemak, dan protein sesuai dengan orang normal biasa, dengan jumlah kalori yang sesuai kebutuhan,” katanya.

Olahraga yang disarankan adalah aerobik. “Jogging untuk penyandang diabetes secara umum baik, tetapi jika sudah terjadi deformitas (perubahan bentuk) kaki, harus hati-hati. Perhatikan pula sepatu yang digunakan untuk jogging jangan sampai menimbulkan luka,” katanya.

Harus rajin memeriksa glukosa darah

Diabetes membuat penderitanya sering mengalami gangguan atau luka pada kaki, mulai dari penebalan jaringan kulit dan kuku, luka ringan sampai luka berat atau gangren (luka yang sudah membusuk dan bisa melebar). Oleh karenanya periksalah kadar glukosa darah dan kesehatan secara teratur.

Hal-hal yang diperhatikan

1. Penyandang diabetes biasanya mengalami gangguan pada matanya. Apabila ingin menggunting kuku, sebaiknya jangan melakukannya sendiri. Mintalah bantuan keluarga. Guntinglah kuku dengan bentuk datar, jangan meruncing. Jangan pula menggunting kuku terlalu dalam, apalagi sampai ke sudut-sudut jari, karena dapat menyebabkan luka melebar dan infeksi.

2. Penyandang diabetes yang kehilangan sensasi tekanan harus selalu memeriksa bagian dalam sepatu sebelum memakainya. Mungkin saja di dalam sepatu ada paku payung, serpihan bata yang tajam, atau mainan anak-anak yang dapat melukai kaki.

3. Gunakan kaos kaki yang tidak terlalu ketat agar tidak mencengkeram kaki yang dapat membuat aliran darah tersumbat.

4. Hindari pemakaian sepatu bertali-tali yang harus diikat kencang, karena dapat memperlambat aliran darah.

5. Jika membeli sepatu baru, jangan langsung memakainya. Begitu pula pada saat mencobanya, jangan terburu-buru. Cari sepatu yang nyaman, jangan sampai jari-jari kaki tertekuk. Diharapkan 1-2 cm lebih longgar, ke depan atau ke samping. Pilih alas sepatu yang empuk, bukan yang keras.

6. Hindari kebiasaan merokok, sebab dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah di jantung, otak, dan kaki yang dapat memperparah penyakitnya.

Tip Perawatan Kaki

1. Periksalah kebersihan kaki Anda setiap hari, khususnya di sela-sela jari. Atau minta tolong orang lain melakukannya untuk Anda.

2. Untuk menghindari timbulnya jamur di sela-sela jari kaki, sehabis mandi sela-sela jari kaki harus segera dikeringkan. Hindari pula pemakaian hand and body lotion karena sela-sela kaki akan menjadi lembab. Apabila tetap ingin menggunakannya cukup di permukaan jari-jari saja.

3. Hindari merendam kaki dalam baskom berisi air panas untuk waktu yang lama. Kalaupun ingin merendam kaki, mintalah bantuan orang lain yang bisa merasakan panasnya air yang digunakan. Air yang terlalu panas menyebabkan kulit melepuh.

4. Jangan berjalan tanpa alas kaki/ sepatu baik di dalam maupun di luar ruangan.

5. Jangan meletakkan botol berisi air panas di kaki Anda pada saat Anda akan tidur.
Sumber: Majalah Nirmala

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s