Racing is my blood, Islam is my way to life

Nyeri & Gatal Akibat Keloid

 
Bagi perempuan, keloid bisa sangat menganggu. Apalagi jika keloid tersebut tumbuh di tempat yang tidak diinginkan, seperti di wajah atau di bahu. Selain membuat minder, keloid juga bisa membuat perempuan kurang percaya diri.
Apakah keloid itu?

Keloid adalah jaringan parut yang abnormal dalam proses penyembuhan luka. Merupakan jenis tumor jinak yang berbentuk jaringan tebal, menonjol, dan melebar melebihi batas parut/ bekas luka dengan permukaan licin. Dibandingkan dengan kulit sekitar, keloid berwarna lebih merah/gelap dan terus tumbuh secara tak beraturan bahkan terkadang disertai rasa gatal. Keloid biasanya tumbuh di wajah, dagu, leher, cuping telinga, bahu, dada dan punggung

Mengapa tumbuh keloid?

Umumnya keloid terjadi karena adanya ketidakseimbangan antara pembentukan kolagen dengan penghancurnya (degradasinya). Selain itu keloid juga terjadi akibat adanya penimbunan kolagen yang berlebihan atau lantaran degradasinya menurun.

Berbahayakah?

Meskipun tidak menganggu kesehatan, namun keloid kerakali membuat penderitanya kesal akibat rasa gatal serta nyeri akibat gesekan baju yang timbulkannya.

Faktor pemicu

1. Akibat luka atau trauma. Misalnya, setelah menjalani operasi sesar, bedah payudara, operasi usus buntu atau luka akibat terjatuh.
2. Keloid juga muncul karena sobekan atau garukan.
3. Vaksinasi. Umumnya keloid terjadi karena vaksin BCG. Muncul benjolan pada bagian tubuh yang pernah disuntikkan vaksin tersebut.
4. Banyak juga orang yang mengalami keloid karena masalah jerawat ataupun karena di bagian tubuhnya ditato.
5. Keloid juga bisa muncul begitu saja tanpa riwayat trauma atau luka. Misalnya tiba-tiba muncul di dada atau bagian tubuh lainnya.

Faktor risiko

Selain genetik, ras-kulit berwarna juga berisiko lebih tinggi dibandingkan dengan kulit putih. Keloid tak hanya menyerang perempuan tapi juga laki-laki berusia di atas 30 tahun. Seseorang yang bergolongan jenis darah tipe A sangat rentan terhadap keloid.

Pengobatan

Ada beberapa terapi serta pengobatan yang bisa dipilih untuk menghilangkan keloid, diantaranya adalah:

1. Bedah skalpel. Merupakan operasi ringan untuk pengambilan keloid dengan menggunakan pisau dan benang khusus. Sayangnya kemungkinan kekambuhannya adalah 55 persen. Untuk memaksimalkan penyembuhan biasanya dokter mengkombinasikan cara ini dengan pengobatan lain.

2. Injeksi kortikosteroid intralesi, berupa suntikan di daerah atau lokasi keloid. Suntikan yang dilakukan tidak hanya satu kali tapi harus berulang-ulang. Ketidaknyamanan biasanya hal yang paling sering dikeluhkan, sebab seminggu sekali pasien harus disuntik.

3. Bedah beku, menggunakan nitrogen cair. Terapi ini cukup dianjurkan karena tak terlalu nyeri. Sayangnya metode penyembuhan ini hanya diperuntukkan pada keloid yang ukurannya tergolong kecil.

4. Laser. metode ini paling banyak dilakukan sebab tidak akan menghancurkan jaringan di sekitarnya. Lamanya pengobatan tergantung pada besar kecilnya keloid yang diderita. Selain itu, perawatan pascaterapi laser harus hati-hati, misalnya tak boleh terkena air, mengganti perban harus bersih dan jangan sampai terkena infeksi.

5. Pemberian krim atau obat oles lainnya. Selain dapat dapat mengurangi warna merah, pemberian krim atau obat oles dapat meringankan rasa gatal.

6. Pemakaian plester yang mengandung hydroactive polyurethane yang efektif menyamarkan keloid. Terapi ini hanya dilakukan selama 12 jam sehari secara berturut-turut selama delapan minggu. Bisa dilakukan sendiri di rumah, lebih nyaman, tidak sakit dan tak menyebabkan efek samping.

Sumber: conectique.com

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s