Racing is my blood, Islam is my way to life

Slow Down Diet

 
Salah satu keuntungan orang dengan tipe metabolisme tubuh yang cepat adalah bisa makan sepuasnya tapi tubuhnya tetap langsing. Ada cara yang sederhana untuk. Sejak kecil, biasanya orang-orang di sekitar kita mengharapkan kita menyelesaikan makan dengan cepat. Malah anak-anak sering dinasehati, ”Orang yang makannya lambat, kelak kalau bekerja juga lambat”. Karena itu, bayak orang sadar atau tidak sadar terbiasa makan dengan cepat. Tahukah Anda, bahwa makan dengan cepat ada efek negatifnya?

Makan tergesa-gesa membuat stres pencernaan

Makan dengan cepat, akan membuat pencernaan kita bekerja dalam kondisi stres, sehingga menurunkan kekuatannya dalam membakar kalori. Selain itu, hanya sedikit kenikmatan yang bisa didapat jika makan tergesa-gesa, sementara energi yang diproduksi oleh sel-sel pun menurun. Akibatnya, kita terdorong untuk makan lebih banyak lagi.

Makan dengan cepat juga membuat orang bernapas pendek, sehingga oksigen yang masuk ke dalam tubuh berkurang dan meningkatkan penumpukan lemak. Hal itu dijelaskan oleh Marc David, ahli gizi dan psikologi makanan lulusan Sonoma State University di California, dalam bukunya yang berjudul The Slow Down Diet: Eating for pleasure, energi & weight loss.

Marc juga menjelaskan pentingnya makan dengan menikmati makanan yang sedang dimakan. Menurutnya seseorang hanya dapat mencapai dan mempertahankan metabolisme yang optimum ketika makan, bergerak dan hidup dalam kondisi emosional yang optimum. Kerangka berpikir kita secara langsung mempengaruhi metabolisme, sehingga apa yang kita pikir dan rasakan sangat mempengaruhi bagaimana tubuh mencerna makanan.

Slow Down Diet adalah cara memperlambat tempo kehidupan untuk mempercepat metabolisme. Yang dimaksud dengan perlahan-lahan dalam hal ini adalah bersikap lebih perhatian: mau membuka diri dengan pengalaman baru, berkonsentrasi (pikirannya tidak kemana-mana), dan dalam keseimbangan. Jika bisa terus membiasakan diri demikian, maka pikiran, tubuh, dan napas secara alami akan bekerja dengan harmonis.

Hasilnya akan segera tampak pada sistem saraf, sistem endokrin, sistem kekebalan tubuh, dan jaringan neuropeptide di seluruh tubuh. Tubuh akan bisa membakar kalori pada kecepatan yang optimal, kita bisa mencerna dan menyerap nutrisi dengan sangat efisien. Oksigen yang bersirkulasi dengan baik, akan menghasilkan energi yang maksimal. Imunitas tubuh pun meningkat.

Makan perlahan-lahan juga membuat kita keluar dari kondisi stres dan menuju irama tubuh yang alami, serta menjadi lebih energik. Apalagi jika hal ini dibarengi dengan pemilihan makanan yang baik.

Makanlah dengan tenang dan nikmatilah

Menurut Marc David, pengaruh perubahan cara makan pada kesehatan tersebut menjelaskan beberapa ‘rumus’ dalam berdiet yang sudah diketahui orang sejak lama namun tidak berhasil dilakukan dengan baik pada semua orang, yaitu:

1. Cara terbaik untuk menurunkan berat badan adalah dengan mengurangi makan dan memperbanyak olahraga.

Rumus ini memang masuk akal, tapi tidak semua orang bisa berhasil menurunkan berat badan dengan cara ini. Sebab ketika porsi makanan dikurangi, tubuh justru menurunkan metabolimenya, seperti juga kalau kita berolahraga berlebihan. jadi mengurangi porsi makan tidak bisa secara otomatis membuat orang menjadi lebih langsing. Akan lebih membantu jika kita makan dan bergerak sesuai dengan kebutuhan tubuh.

2. Alasan kita makan terlalu banyak adalah karena tidak memiliki kemauan yang kuat untuk menjadi langsing.

Padahal bisa saja secara psikis terkadang kita terdorong untuk makan berlebihan, yaitu jika cara kita makan kurang relaks, kurang nikmat, terlalu tergesa-gesa, dan dari segi nutrisi pun makanan yang dimakan kurang berkualitas.

3. Asalkan makan makanan yang tepat dengan jumlah yang tepat, pasti akan sehat dan langsing.

Hal ini ternyata belum tentu berhasil, sebab apa yang kita makan merupakan sebagian faktor penentu kesehatan kita, sebagian lagi ditentukan oleh cara kita makan.

Mengapa bisa demikian?

Metabolisme tak hanya berlangsung dalam tubuh fisik

Pada umumnya metabolisme diartikan secara berbeda-beda. Metabolisme secara sederhana menurut Marc, adalah jumlah total dari setiap reaksi kimia yang berlangsung didalam tubuh. Ketika seseorang mengatakan ingin mempercepat metabolisme tubuhnya, maksudnya adalah meningkatkan efisiensi atau kecepatan reaksi kimia dalam tubuhnya ketika membakar kalori.

Karena itu, usaha memperbaiki efisiensi metabolisme tubuh ditempuh dengan berbagai cara, seperti berolahraga, menggunakan obat-obatan, minum suplemen, atau dengan memperbaiki pola makan. Namun hal-hal itu ternyata tidak sepenuhnya membantu. Karena sebelumya, metabolisme tidak hanya berlangsung di dalam tubuh fisik saja, namun juga di dalam pikiran, emosi dan spirit.

Kenyataannya, kita tidak hanya memetabolisme makanan, tapijuga memetabolisme mimpi-mimpi, ketakutan-ketakutan, dan fantasi kita. Telah banyak penelitian yanq memperlihatkan kaitan antara apa yang kita pikir dan rasakan dengan reaksi kimia yang berlangsung di dalam tubuh. Bagaimana efek dari stres, relaks, nikmat, dan depresi terhadap kesehatan tubuh, maupun efek dari doa, memiliki binatang piaraan, atau seseorang dalam hidup kita? Semua itu telah lama diketahui.

Jadi menurut Marc yang selama 10 tahun menjadi konsultan gizi di Canyon Ranch, Berkshires, serta pimpinan pelatihan Kripalu Center for Yoga and Health di Amerika, definisi metabolisme adalah jumlah total dari reaksi kimia di dalam tubuh ditambah jumlah total dari pikiran-pikiran, perasaan-perasaan, keyakinan-keyakinan, dan pengalaman-pengalaman.

Yang perlu dilatih untuk mempercepat metabolisme

Relaksasi
Ketika stres, tubuh memproduksi hormon kortisol dalam kadar tinggi, padahal salah satu tugas hormon kortisol adalah memberi sinyal pada tubuh untuk menyimpan lemak dan bukan membentuk otot. Selain itu, stres yang kronis juga meningkatkan produksi insulin, hormon yang juga mempengaruhi kenaikan berat badan.

Biasanya hormon insulin dihasilkan tubuh dalam jumlah banyak jika kadar gula darah meningkat dengan cepat. Salah satu cara insulin menurunkan kadar gula darah adalah denqan memberikan sinyal kepada tubuh untuk sebanyak mungkin menyimpan kelebihan gula itu sebagai lemak.

Sementara dalam keadaan relaks, pikiran bisa mengubah metabolisme dalam tubuh sedemikian rupa sehingga kita bisa makan lebih banyak tanpa menjadi gemuk. Jadi, ada baiknya mulai membiasakan diri makan perlahan-lahan dan dengan relaks. Salah satu cara yang bisa membantu untuk makan perlahan-lahan adalah dengan beberapa kali berhenti sebentar untuk menarik napas panjang selama makan.

Memperhatikan kualitas makanan
Makanan yang baik adalah yang alami, utuh (bukan yang sudah diproses), kaya nutrisi, dan merupakan hasil pertanian setempat sehingga kondisinya masih segar. Kalau pun berupa masakan, merupakan jenis masakan rumahan. Hindari makanan olahan karena umumnya banyak mengandung pengawet, pewarna, dan pemanis buatan.

Apapun yang kita makan, kita selalu bisa memilih versi terbaik dari jenis makanan tersebut. Makanlah makanan yang berkualitas karena akan memberikan nilai nutrisi yang baik. Jika kita terus-menerus makan makanan yang kualitasnya rendah, maka otak akan menunjukkan tanda-tanda defisiensi nutrisi dan menyalakan sinyal untuk makan lebih banyak. Sedangkan makanan yang baik kualitasnya akan mempercepat metabolisme tubuh.

Makan dengan sadar
Barangkali Anda pernah mengalami makan makanan dalam porsi yang cukup tanpa memperhatikannya sama sekali, dan setelah selesai makan baru merasakan perut penuh tapi mulut masih merasa lapar. Sebenarnya otak perlu menikmati rasa, aroma, dan kepuasan sewaktu makan, sehingga bisa secara akurat menilai apakah kita sudah cukup makan atau belum dan membantu pencernaan berfungsi secara efisien. Ketika kita makan terlalu cepat atau tidak memperhatikan makanan yang dimakan, otak kita tidak bisa mencatat adanya pengalaman makan atau kepuasan makan, sehingga memunculkan sinyal masih lapar. Akibatnya, muncul keinginan untuk makan lagi. Jadi usahakan untuk benar-benar sadar ketika sedang makan.

Mengikuti ritme yang alami
Makan secara teratur dengan menu seimbang, dalam jumlah dan waktu yang sesuai sangatlah penting. Tubuh memiliki ritme sendiri sesuai dengan ritme alami alam semesta. Jam-jam di mana tubuh aktif memetabolisme makanan adalah siang hari, ketika posisi matahari terletak di tempat yang tertinggi. Itulah waktu yang tepat untuk menikmati makan siang yang lengkap. Sedangkan larut malam dan pagi hari adalah waktu yang paling tidak efisien untuk memetabolisme makanan. Jadi makan makanan berat pada waktu-waktu tersebut akan mudah sekali membuat gemuk. Sebaliknya, melewatkan sarapan dan makan siang juga memperlambat metabolisme.

Pilih makanan sehat yang disukai
Berdasarkan penelitian, makan makanan yang dianggap paling sehat dan bergizi pun kalau kita tidak menyukainya tidak akan membuat tubuh sehat. Kalau tidak merasakan nikmatnya makanan yang sedang kita makan, maka zat gizi yang ada dalam makanan itu pun tidak akan bisa diserap sepenuhnya oleh tubuh. Perasaan nikmat ketika makan sangatlah penting, karena rasa nikmat itu akan membuat kita menjadi lebih relaks, dan dengan begitu metabolisme tubuh pun meningkat.

Pikiran yang positif pada makanan
Apa yang kita pikirkan ketika makan sangat mempengaruhi proses metabolisme, karena ada jalur informasi langsung antara pikiran dengan sistem pencernaan. Jika kita makan es krim misalnya, yang merupakan makanan favorit, kita pasti menyantapnya dengan nikmat. Maka ada bagian dari otak kita yang akan mengirim sinyal positif ke organ pencernaan. Pencernaan pun terpacu untuk mencerna es krim itu dengan baik dan membakar kalori dengan efisien.

Namun kalau kita makan es krim dengan rasa bersalah, maka pesan negatiflah yang akan terkirim ke pencernaan. Pencernaan akan menterjemahkan sebagai pesan bahwa es krim tidak dimetabolisme secara penuh. Akibatnya, es krim itu akan tertinggal cukup lama di dalam pencernaan, sehingga mematikan populasi bakteri baik dan meningkatkan jumlah toksin di dalam tubuh. Selain itu, sinyal negatif yang diterima pencernaan juga menurunkan efisiensi pembakaran dalam tubuh, sehingga kalori dari es krim itu akan menumpuk sebagai lemak di dalam tubuh.

Melihat diri secara positif
Cara kita memandang setiap aspek dalam perjalanan hidup kita, sangat mempengaruhi metabolisme tubuh. Pandangan positif atau negatif, akan menggerakkan metabolisme tubuh dan membentuk kondisi biokimia tertentu. Ketika kita memandang setiap aspek dalam hidup kita secara negatif, maka tubuh meresponsnya sebagai kondisi stres sehingga terbentuk lebih banyak radikal bebas, senyawa-senyawa yang menimbulkan peradangan, mutasi gen, hingga reaksi autoimun; namun kalau kita memandang setiap aspek dalam hidup kita dengan positif, maka yang muncul adalah kondisi relaks yang melancarkan sirkulasi darah, menguatkan kekebalan tubuh, penyerapan nutrisi yang efisien, pembakaran kalori, dan regenerasi sel.

Spiritualitas
Siapa diri kita dan apa yang kita rasakan dari waktu ke waktu sangat menentukan kondisi biokimia tubuh kita. Perasaan yang mendukung metabolisme tubuh sehingga fungsi tubuh bisa bekerja dengan baik adalah cinta, kejujuran, keberanian, komitmen, perasaan haru/rasa kasihan, memaafkan, keyakinan, dan kepasrahan. Jika kita aktifkan, maka akan menghasilkan penyembuhan dan kekuatan, perbaikan metabolisme, dan pemulihan tubuh serta spirit.

Dengan demikian sebaiknya kita membiasakan diri makan dengan relaks, fisik dan mental, atau makan dengan kesadaran, dan akhirnya juga hidup dengan kesadaran.
Sumber: Majalah Nirmala

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s