Racing is my blood, Islam is my way to life

Ayo bersepeda!!!



Seperti tren mode pakaian, tren bersepeda segera menjamur dan menjadi kegemaran baru masyarakat. Entah sekedar mengikuti tren atau memang kesadaran masyarakat akan hidup yang sehat dan mengurangi polusi yang telah tumbuh, yang pasti jalanan telah ramai dengan kegiatan bersepeda.
Kota Batam juga tak mau ketinggalan dalam tren bersepada ini. Toko-toko sepeda yang sebelumnya hanya dikunjungi untuk membeli sepeda buat anak-anak, kini kembali ramai baik perseorangan atau klub yang membeli sepeda dan aksesorisnya.
Klub-klub sepeda juga bermunculan. Selain Bike to Work Batam, ada juga MTB.Batam, Airport Bicycle Community (ABC) dan banyak lagi klub-klub lainnya. Kegiatan-kegiatan bersepeda terutama di akhir pekan juga lagi marak di Batam. Bukan hadiah yang dikejar, tapi rasa guyub, kebersamaan, semangat dan olahragalah yang menjadi dasar keikutsertaan.
Jalanan kota Batam yang panjang dan naik turun sangat menunjang untuk kegiatan bersepeda. Jalanan yang naik turun akan melatih stamina dan kekuatan otot. Tapi, halangan terbesar dalam kegiatan bersepeda di Batam adalah keadaan lalu lintasnya. Lalu lintas di kota Batam, selain padat juga banyak pengguna kendaraan bermotor yang ngebut. Selain itu kurangnya kesadaran pengguna kendaraan bermotor untuk menghargai pemakai sepeda juga sangat kurang, sehingga membahayakan pengguna sepeda.
Ada beberapa jalur (onroad) yang layak di coba. Yang pertama Nagoya – Nongsa. Jalur ini panjangnya sekitar 15-20km. Dimulai dari pusat kota, menyusuri jalan Rd Patah – Simpang Baloi – Simpang Jam – Simpang Kabi – Simpang Bandara – Batu Besar – Nongsa. Jalur ini mempunyai kualitas jalan raya yang bagus dengan aspal yang mulus. End route-nya bisa memilih satu dari banyak pantai yang ada di Nongsa. Kita bisa menikmati keindahan pantai sembari melepas lelah.
Jalur lain adalah Batam Centre – Muka Kuning – Batu Aji – Simpang Tembesi – Jembatan Barelang. Jalur ini juga seperti jalur pertama, mulus. Tapi adanya jalan tanjakan setelah Muka kuning yaitu mulai daerah rusun Mukakuning sampai daerah Tembesi sekitar 1,5 km. Setelah sampai di Jembatan Barelang kita bisa melihat kemegahan jembatan ikon Batam ini sembari mereguk segarnya air kelapa muda. Jalur lain yang tak kalah menantang adalah jalur Nagoya/Batam Centre – Simpang Jam – Tiban – Simpang Sei Harapan – Sekupang – Tanjung Pinggir. Jalur ini adalah jalur neraka buat pemula karena dipenuhi dengan tanjakan. Tapi semua capek dan lelah akan terbayarkan dengan indahnya panorama yang terbentang sepanjang jalan.
Selain jalur onroad, di Batam juga banyak terdapat arena untuk off road sepeda. Daerah Duri Angkang, sekitar Bandara Hang Nadim dan Nongsa merupakan daerah yang banyak terdapat jalur offroad sepeda. So, mari kita kembali bersepeda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s